Home BERITA Tak Mau Jadi ‘Siti Nurbaya’ Baru, Susiani Nekat Panjat Tower Seluler

Tak Mau Jadi ‘Siti Nurbaya’ Baru, Susiani Nekat Panjat Tower Seluler

SHARE
Susiani nekat panjat tower usai dijodohkan orangtuanya dengan laki-laki lain.
(Alexy Pratama)

KRIMINALITAS.COM, Karanganyar –┬áSusiani (25) benar-benar tak ingin menjadi sosok Siti Nurbaya era masa kini. Dirinya menolak untuk dijodohkan dengan laki-laki pilihan keluarganya. Ia pun akhirnya nekat memanjat tower seluler setinggi 72 meter di tepi Jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Tegalrejo, Tegalgede.

Aksi gadis yang tercatat sebagai warga Kelurahan Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar ini berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tower seluler tersebut.

Pantauan di lapangan, aksi nekat Susiani ini mengundang ratusan orang. Anggota SAR dan BPBD Karanganyar yang mendapatkan laporan insiden tersebut juga menuju ke lokasi dan berupaya membujuk Susiani untuk mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.

Selama lebih dari satu jam, petugas bertaruh nyawa ikut memanjat tower seluler demi membujuk turun Susiani. Di rangkaian menara besi itu terlihat seorang pemuda ikut berbicara serius, namanya Febri (25).

Beredar kabar keduanya merajut asmara, tapi harus kandas di tengah jalan. Febri memutuskan tali asmara karena Susiani dijodohkan dengan pria lain oleh orangtuanya.

Febri mendapat informasi aksi nekat Susiani memanjat tower dari tetangganya. Warga sekitar sempat mencurigai wanita itu mondar-mandir di sekitar tower di atas sepeda motornya Yamaha Mio warna merah.

Tak lama kemudian, ia memarkirnya di dekat masjid. Lalu, gadis itu melompat ke dalam pagar yang mengelilingi tower itu dengan cara memanjat pohon.

“Tak ada yang menyangka jika gadis itu masuk dan memanjat tower tersebut,” terang Ketua RT 03/RW03 Tegalrejo, Setyo, Rabu (8/8) petang.

Seorang anggota keluarga Susiani yang identitasnya enggan disebutkan, menuturkan aksi nekat itu bukan kali pertama. Sebelumnya, Susiani menenggak cairan obat serangga. Nyawanya terselamatkan setelah dibawa ke UGD RS.

“Kita sudah membujuk dia supaya sabar. Mati bukan jalan keluar. Tiga bulan lalu, Susi minum obat nyamuk. Semoga ini yang terakhir,” katanya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Karanganyar, AKP Rohmad mengapresiasi kerja cepat dari SAR dan BPBD Karanganyar yang mampu menurunkan korban sehingga tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Kerja cepat pihak terkait sangat kami apresiasi. Semoga, Susiani tidak mengulangi perbuatan nekat itu lagi,” terang Rohmad.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and Alexy Pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here