Home BERITA Tarif BPKB-STNK Naik, Harga PSK pun Ikut Naik

Tarif BPKB-STNK Naik, Harga PSK pun Ikut Naik

SHARE
Ilustrasi. (NET)

KRIMINALITAS.COM, Surabaya – Kendati lokalisasi Dolly sudah ditutup Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini beberapa tahun lalu, namun aktivitas prostitusi masih ada meskipun terselebung.

Tak heran, polisi masih menangkap adanya perdagangan orang untuk prostitusi, yang semuanya, baik muncikari atau PSKnya adalah ‘lulusan’ lokalisasi Dolly.

“Kalau Dolly masih ada dulu, minimal bawa uang Rp 300 ribu sudah dapat yang cantik. Kalau Dolly tutup seperti ini, kemarin Rp 200 sudah dapat yang cantik,” ujar salah muncikari di kawasan Dolly, Harianto, Selasa (3/1/2017).

Memasuki tahun 2017, ia mengatakan harga layanan pemuas kaum adam ini juga mengalami kenaikan sepertinya halnya kenaikan biaya BPKB dan STNK di Samsat.

Untuk mendapat ‘pemuas’ yang cantik, kata Harianto, pelanggan harus merogoh kocek minimal Rp 300 sampai Rp 400 ribu.

“Itu di PP 60 harga BPKB atau STNK aja bisa naik mulai 6 Januari nanti, masak harga perempuan nggak boleh naik,” celetuknya sembari tersenyum simpul.

Dari pantauan Kriminalitas.com, untuk mencari PSK di Dolly memang gampang-gampang susah. Cukup berhenti di ujung gang dan duduk di atas kendaraan, tidak lama kemudian sudah ada muncikari yang datang dan menawarkan.

Jika harga sepakat, maka muncikari akan membawa ke gang-gang kecil. Dan di situlah rumah berkedok kos-kosan yang menyediakan jasa prostitusi.

“Tapi ada yang nunggu di kendaraan sampai malam nggak ditawari muncikari, itu tandanya dia itu polisi yang pura-pura cari perempuan,” kata En, salah satu PSK yang dipatok harga Rp 350 ribu.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Budi and Dinda Chairina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here