Home BERITA Tarif Pajak Kendaraan Naik, Warga: Ini Memberatkan dan Sangat Berlebihan

Tarif Pajak Kendaraan Naik, Warga: Ini Memberatkan dan Sangat Berlebihan

SHARE
Operasi Simpatik 2016 -8
Ilustrasi
(Foto: Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Rencana kenaikan tarif penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) terhitung Jumat (6/1/2017) ternyata membuat sebagian besar warga tak setuju.

Menurut Yendhi (28), salah seorang pengendara, kenaikan tarif ini dirasa sangat berlebihan.

“Ya kalau bisa sih cuman naik 20 persen aja. Gak usah sampai 100 persen,” kata pria asal Bekasi ini ketika ditemui usai mengurus perpanjangan STNK di Dirlantas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

Hal senada juga diungkapkan Rufita (43). Wanita yang juga seorang sopir taksi online ini menilai kebijakan ini memberatkan pemilik kendaraan, khususnya bila jumlah kendaraannya lebih dari satu.

“Kan kita punya mobil juga untuk kerja. Kok malah diberatkan, ya” katanya seraya memegang fotokopi STNK baru ini.

“Saya curiga ini sengaja untuk menambah keuntungan. Ya asal gak dikorupsi aja,” tutupnya.

Menurutnya, pemerintah bisa memaksimalkan potensi negara yang ada, ketimbang terus-menerus memberatkan rakyat dengan kenaikan harga.

Diberitakan sebelumnya, terhitung mulai 6 Januari 2017, tarif penerbitan STNK dan BPKB akan mengalami kenaikan. Penentuan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam PP tersebut, penerbitan STNK untuk roda dua, tiga, dan angkutan umum yang sebelumnya Rp 50 ribu per penerbitan, kini menjadi Rp 100 ribu per penerbitan. Sedangkan untuk roda empat atau lebih, yang sebelumnya bertarif Rp 75 ribu, kini menjadi Rp 200 ribu.

Sementara untuk BPKB, untuk kendaraan roda dua atau tiga, yang sebelumnya dipasang tarif Rp 80 ribu per penerbitan, kini dipatok sebesar Rp 225 ribu. Sedangkan untuk roda empat atau lebih, yang sebelumya sebesar Rp 100 ribu, kini diberi tarif sebesar Rp 375 ribu.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Kanugrahan and Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here