Home BERITA Terancam Dibunuh, Trump Diminta Negosiasi dengan Taliban

Terancam Dibunuh, Trump Diminta Negosiasi dengan Taliban

SHARE
Profesor Kevin King, salah satu tawanan Taliban
(YouTube)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Jelang masa tugasnya sebagai presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sudah memiliki pekerjaan rumah baru. Belum lama ini, dua orang tawanan Taliban muncul di video dan memohon agar Trump menggelar negosiasi pembebasan.

Menurut kabar yang dirilis The Guardian, Rabu (11/1/2017), kedua orang yang menjadi sandera Taliban tersebut merupakan profesor asal AS dan Australia. Mereka ditangkap dan disandera sejak 7 Agustus 2016 silam di depan Uniersitas Amerika di Afghanistan.

Permohonan agar Trump melakukan negosiasi tersebut disampaikan mereka melalui sebuah rekaman video yang disebarkan di situs YouTube beberapa waktu yang lalu. Menurut data-data yang ada di dalam video, rekaman tersebut dibuat pada tanggal 1 Januari 2016 lalu.

Video itu sendiri memperlihatkan dua orang pria tua. Mereka kerap menangis saat mengucapkan pesan yang kebanyakan ditujukan untuk pemerintah AS. Menurut informasi, kedua profesor tersebut bernama Kevin King (60) dan Timothy John Weeks (48).

“Jika kami tinggal di sini lebih lama lagi, maka kami akan dibunuh,” ujar Weeks di dalam video berdurasi 13 menit tersebut.

“Donald Trump, saya memohon kepada Anda. Keputusan ada di tangan Anda. Saya mohon berbicaralah kepada Taliban. Jika Anda tidak menggelar negosiasi dengan mereka, kami akan dibunuh,” lanjut Weeks lagi.

Hingga saat ini, belum ada respon dari pemerintah AS maupun Donald Trump, terkait beredarnya video tersebut. Namun bila merujuk pada aturan AS yang tidak akan bernegosiasi dengan teroris, maka kecil kemungkinan Trump akan membuka pembicaraan dengan Taliban.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and DRE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here