Home BERITA Terancam Gagal Nyapres, Rhoma Irama Ajukan Uji Materi ke MK

Terancam Gagal Nyapres, Rhoma Irama Ajukan Uji Materi ke MK

SHARE
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama. (Aristo/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman), Rhoma Irama mendaftarkan uji materi tiga pasal dalam UU Pemilihan Umum (Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (9/8/2017). Adapaun tiga pasal yang diuji yakni pasal 173 ayat 1, pasal 173 ayat 3, dan pasal 222.

Salah satu yang dipermasalahkan Rhoma adalah besaran ambang batas pengajuan calon presiden (Presidential Threshold) 20-25 persen. Dari besaran itu, Partai Idaman menyebut tak bisa melaksanakan pleno untuk mengusung Rhoma sebagai calon presiden.

Jika poin tersebut dipakai, praktis Partai Idaman tidak bisa mengusung calon sendiri. Tercatat Partai Idaman baru mengikuti kontestasi pemilu pada tahun 2019 nanti.

“PT 20 persen ini tidak relevan dengan putusan MK. Karena kapan akan menetapkan threshold itu sementara ini dilaksanakan serentak. Sementara mereka mengacu pada pemilu sebelumnya,” ucap Rhoma ditemui ketika hendak mengajukan uji materi UU Pemilu 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Sementara soal dua pasal lainnya, Rhoma menyebut ada tindak diskriminasi terhadap partainya. Perkaranya, di Pasal 173 ayat 1 dan Pasal 173 ayat 3, disebutkan verifikasi calon peserta pemilu hanya dilakukan terhadap partai baru dan partai yang telah lolos sebelumnya tak diverifikasi kembali.

“Kalau tidak ya tidak semua. Ini harus mengandung unsur keadilan dan demokrasi. Itu yang kami ajukan ke MK,” tuturnya.

Ketidakadilan itu lantaran ada perbedaan dalam proses verifikasi 2014 dengan 2019. Contohnya terjadi pemekaran wilayah di Indonesia, dari semula 33 provinsi menjadi 34 provinsi.

“Sementara ini kalau mereka mengacu pada hasil pemilu yang lalu, sekarang secara demografis sudah ada pemekaran, provinsi dulu 33, sekarang 34,” tandasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nicky Aditya and Aristo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here