Home BERITA Terdakwa Korupsi Pengadaan Buku Aksara Sunda Divonis 4,5 Tahun

Terdakwa Korupsi Pengadaan Buku Aksara Sunda Divonis 4,5 Tahun

SHARE
Saiful Rohman (kemeja putih). (Bima/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Bandung – Saeful Rohman, Ketua Panitia Pengadaan Buku Aksara Sunda di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akhirnya divonis Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Kota Bandung empat tahun enam bulan penjara.

Putusan hukuman tersebut dijatuhkan dalam sidang perkara korupsi buku aksara sunda, di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jalan Lre Martadinata Kota Bandung Rabu (2/8/2017).

“Mengadili terdakwa, secara sah menetapkan massa tahanan empat tahun enam bulan penjara, dikurangi massa proses persidangan,” ungkap Ketua Majelis Hakim Persidangan Judianto.

Ketua Majelis Hakim menuturkan putusan tersebut, berdasarkan beberapa pertimbangan yang meringankan dan memberatkan. Adapun pertimbangan yang memberatkan, yaitu terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang tengah memberantas kasus korupsi.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap baik dan sopan selama proses persidangan,” ucapnya.

Diketahui, putusan tersebut lebih rendah daripada tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa lima tahun penjara. Saeful Rohmanpun, menegaskan menerima putusan Majelis Hakim.

“Saya menerima,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum mengatakan pikir-pikir dahulu. “Kami pikir – pikir dahulu yang mulia sampai tujuh hari ke depan,” pungkasnya.

Saefuloh Rohman terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Buku Aksara Sunda tahun 2010, dan melanggar pasal 2 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2001, Tentang Revisi Atas UU No. 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, Kasus korupsi buku aksara Sunda itu terjadi pada tahun 2010, saat Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan pengadaan buku Aksara Sunda dalam DIPA sebagaimana telah diubah dalam DIPA senilai Rp 4,7 miliar.

Dalam pelaksanaan pengadaan buku tersebut selain tidak tepat waktu, diduga telah terjadi kerja sama dengan percetakan menurunkan gramasi kertas dan kualitas cetak tidak sesuai spek dalam kontrak. Selain Saeful, kasus tersebut juga menyeret nama mantan Kadisdik Jawa Barat Asep Hilman, yang hingga kini masih dalam proses pengadilan di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nicky Aditya and Bima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here