Home BERITA Tips dari Sandiaga agar Tak Tertipu dengan Modus Penggandaan Uang

Tips dari Sandiaga agar Tak Tertipu dengan Modus Penggandaan Uang

SHARE
Sandiaga Uno (Kanugrahan/Kriminalitas.com)
Sandiaga Uno (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut berkomentar terkait kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Menurut Sandi, kasus penipuan dengan penggandaan uang lantaran masyarakat tidak bisa mengelola keuangan dengan baik.  Sandi malah memberikan tips untuk mengelola uang dengan baik.

“Kita harus memanajemen aset yang dimiliki. Keuangan yang didapat itu mesti kemana saja, berapa yang harus di investasi, berapa yang harus kita sisihkan untuk tabungan. Kalau kita berpedoman terhadap pengenalan pengelolaan keuangan yang mumpuni, yang memiliki tata kelola yang baik mudah-mudahan kedepannya tidak akan lagi ada penipuan-penipuan janji-janji penggandaan uang,” imbaunya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/16).

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat bahwa kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menjadi sukses.

“Masyarakat ini sekarang dihinggapi ingin kaya instan. Saya mengalami proses dalam mendirikan usaha, bukan secara instan. Orang yang sukses itu harus melalui beberapa tahapan. Tahapan itu ya kerja keras, kerja dengan tuntas dan ikhlas,” jelasnya.

Sandi yang juga merupakan seorang pengusaha, menilai peranan pemerintah sangat diperlukan untuk mecegah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan bekerja sama dengan puhak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait.

“Kita harus kerjasama dengan lembaga terkait. Ada lembaga OJK, lembaga masyarakat ekonomi syariah. tugasnya sebagai pengawas. Kalau kita di iming-imingi dan tidak memiliki dasar rasional yang kuat akhirnya kita gampang terpengaruh. Nah ini yang kami rasa perlu di Jakarta,” imbuhnya.

“Saya melihat banyak sekali uang-uang yang tidur ya. Uang-uang yang selama ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mencari keuntungan secara instan. Ini butuh sosialisasi dan pendidikan dari pengelolaan keuangan yang lebih baik,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Diki Trianto and Nur Ichsan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here