Home BERITA Usut Korupsi Cetak Sawah, Bareskrim Rencanakan Garap Dahlan Iskan

Usut Korupsi Cetak Sawah, Bareskrim Rencanakan Garap Dahlan Iskan

SHARE
Ilustrasi/NET
Ilustrasi/NET

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Penyelidikan kasus dugaan korupsi kegiatan pelaksanaan jasa konsultan dan konstruksi pencetakan sawah pada Kementerian BUMN di Ketapang, Kalimantan Timur memasuki babak baru.

Setelah memanggil beberapa petinggi perusahaan BUMN, Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengindikasikan akan memanggil mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

“Untuk Dahlan Iskan kalau sudah mengarah ke beliau, kita bisa periksa. Tapi untuk saat ini kami masih memeriksa jajaran di bawahnya dulu,” kata Budi di Graha Purna, Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Penyidik dipastikan mendapat sejumlah kendala dalam memintai keterangan Dahlan. Pasalnya, saat ini ia sedang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Sama halnya Sri Mulyani yang berada di sana (Amerika), kami sudah siapkan penyidik untuk berangkat ke sana jika memang keterangannya sangat diperlukan dan ia sulit untuk datang ke Indonesia,” kata Budi.

Budi mengatakan, penyidik dari Direktorat Tindak Pidana korupsi Bareskrim Polri akan menelusuri aliran dana yang diduga diselewengkan sejumlah pihak.

“Sedang ditelisik, kami meminta bantuan beberapa pihak, seperti KPK. Nantinya penyidik saya yang akan berkoordinasi,” katanya.

Proyek pencetakan sawah dimulai pada Desember 2012 lalu. Proyek ini merupakan patungan sejumlah perusahaan BUMN yang nilainya mencapai Rp 318 miliar. Awalnya target pencetakan sawah mencapai 3.000 hektar.

“Di tahun 2013, jumlah lahan ditambah menjadi 40.000 ha dan di tahun 2014 ditargetkan bisa mencapai 100.000 ha. Untuk itu BUMN akan mengusahakan dana sampai 5 triliun,” ujar Dahlan Iskan beberapa waktu silam.

Bank BNI, Bank BRI, Mank Mandiri, PGN, Pertamina, Indonesia Port Corporation (IPC), dan beberapa BUMN lain ikut mendukung dari sisi pendanaan.

(Kanugrahan)

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Muammar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here