Home BERITA Warga Penghuni Rusun Keluhkan ‘Ribetnya’ Bayar Uang Sewa lewat Bank DKI

Warga Penghuni Rusun Keluhkan ‘Ribetnya’ Bayar Uang Sewa lewat Bank DKI

SHARE
Rusun Angke, Tambora, Jakbar. (Sapuji/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Warga penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) mengeluhkan sulitnya membayar uang sewa melalui Bank DKI karena tidak ada outlet Bank DKI di rusunawa tempat mereka tinggal.

Jika ingin menyetorkan uang ke rekening mereka di Bank DKI, mereka harus pergi ke kantor Kecamatan yang letaknya cukup jauh dari lokasi rusunawa. Hal itulah yang mengakibatkan mereka kerap kali menunda untuk membayarkan uang sewa. Padahal, pembayaran uang sewa dilakukan auto debet melalui rekening mereka di Bank DKI.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis Bank DKI, Antonius Widodo Mulyono mengakui kantor cabang Bank DKI belum ada di 23 lokasi rusunawa yang tersebar di empat wilayah DKI Jakarta. Hingga saat ini, baru ada sekitar tujuh kantor cabang Bank DKI di tujuh rusunawa.

“Saya tidak hafal. Tapi salah satunya di Rusunawa Besakih dan Marunda. Jadi memang benar di 23 UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) itu belum semua ada Bank DKI. Saat ini mungkin baru sekitar tujuh kantor,” kata Antonius usai menandatangani kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, Jasa Raharja, dan Dirlantas Polda Metro Jaya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/17)

Untuk mengantisipasi keluhan warga tersebut, ke depan, Antonius mengatakan pihaknya akan membangun kantor cabang di seluruh rusunawa. Tetapi penambahan kantor cabang tersebut tidak bisa dilakukan secara serentak, melainkan secara bertahap.

“Ke depan akan terus ditambah. Jadi tahun ini, sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), kami akan menambah sekitar dua hingga empat kantor di UPRS tersebut,” ujarnya.

Ia menyadari salah satu penyebab adanya tunggakan uang sewa dari para penghuni, adalah mereka kesulitan menyetorkan uang mereka ke rekening yang ada di Bank DKI.

“Kami sadar belum semua, tapi kami menuju ke sana. Nanti dalam setiap perencanaan bisnis, akan terus kami tambah. Sampai nanti di semua UPRS ada kantor Bank DKI,” pungkasnya.

Seperti diketahui Data Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta menyebutkan, hingga Juni 2017, jumlah tunggakan sewa rusun di Jakarta mencapai Rp 32 miliar. Jumlah tersebut naik Rp 6 miliar dari nilai tunggakan pada Januari 2017.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and Iksal Rizqi Harizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here